Advertisement

Materi Lengkap Tentang Kas



A.      Pengertian Kas

            Kas adalah uang tunai baik uang kertas maupun uang logam, simpanan uang di Bank yang setiap saat dapat diambil (simpanan giro), dan bentuk-bentuk alat pembayaran lainnya yang mempunyai sifat seperti mata uang.

            Dari pengertian diatas, maka yang termasuk sebagai elemen Kas adalah antara lain:

1.        Uang kertas maupun uang logam, baik mata uang dalam negeri maupun uang luar negeri (valuta asing).

2.        Simpanan uang di Bank dalam bentuk simpanan giro (demand deposit), dimana setiap saat jenis simpanan ini dapat diambil untuk keperluan perusahaan.

3.        Cek yang diterima perusahaan dari pihak lain sebagai alat pembayaran. Cek tersebut setiap saat dapat uangkan di Bank.

4.        Bang Draft dan Money Order.

            Simpanan uang di Bank yang tidak termasuk elemen kas adalah : Tabungan; yaitu jenis simpanan yang tidak setiap saat dapat diambil, malinkan hanya pada saat tertentu. Misalnya Tabuangan Asuransi Berjangka (Taska), Tabunga Pembangunan Nasional (Tabanas), Tapelpram dan sebagainya. Depositi Berjangka (Time Deposit) yaitu; Jenis simpanan yang pengambilannya sudan ditentukan waktunya, misalnya 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan sebagainnya.

            Cek merupakan surat perintah yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening giro (simpanan giro) di Bank, yang berisi perintah untuk membayar sejumlah uang tertentu (sebagaimana tertera dalam sek tersebut kepada Bank. Bank akan membayar sejumlah uang yang disebutkan didalam cek tersebut, jika didukung oleh dana (simpanan giro) yang cukup. Jika dananya tidak cukup (jumlah simpanan giro lebih kecil dari uang yang harus dibayarkan) maka cek tersebut oleh Bank akan ditolak pembayarannya, karena cek tersebut dananya tidak cukup (Non Sufficient Cheks) atau sering dikenal dengan Cek Kosong.

            Cek mundur (Postdated Cheks) adalah cek yang tidak dapat setiap saat diuangkan di Bank, sebelum tanggal yang disebutkan dalam cek yang bersangkutan. Baik Cek Kosong mupun Cek Mundur, tidak termasuk dalam elemen Kas karena tidak dapat diuangkan setiap saat.

            Bank Draft merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank yang dapat diuangkan setiap di Bank yang bersangkutan oleh pemilik Bank Draft.

            Money Order merupakan surat perintah untuk membayar sejumlah uang tertentu, yang setiap saat dapat diuangkan kepada yang disebutkan dalam surat perintah.

            Dari uraian diatas, selain uang kertas dan uang logam asalkan mempunyai sifat setiap saat dapat diuangkan (ditukar menjadi uang) termasuk sebagai lemen kas.

 

B.       Pengawasan Kas

            Setiap perusahaan pada umumnya mengadakan pengawasan yang ketat terhadap kaas, karena sifatnya yang mudah dipindahtangankan dan tidak mempunyai tanda bukti pemilikan. Untuk menghindari penggelapan kas, setiap perusahaan perlu mengadakan sistem kontrol intern yang baik terhadap kas perusahaan.

            Beberapa pedoman umum yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengawasan terhadap kas diperusahaan adalah sebagai berikut:

1.        Penerimaan kas

Ø  Didakan pemisahan fungsi antara pengelolaan kas dengan pencatatan kas.

Ø  Setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke Bank.

Ø  Setiap hari harus dibuat laporan mengenai penerimaan kas.

2.        Pengeluaran kas

Ø  Semua pengeluaran kas harus menggunakan cek yang ditandatangani oleh pihak yang berwenang, kebuali untuk pengeluaran kas dalam jumlah relatif kecil dibayar dari Dana Kas Kecil. Dalam hal ini, Dana Kas Kecil dibentuk untuk membayar pengeluaran kas yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar dengan menggunakan cek.

Ø  Diadakan pemisahan fungsi antara pengelola kas, orang yang mengotorisasi pengeluaran kas dan orang yang mencatat pengeluaran kas.

Ø  Setiap hari harus dibuat laporan mengenai pengeluaran kas.

Ø  Sewaktu-waktu perusahaan diadakan pemeriksaan intern terhadap kas perusahaan.

Dengan demikian, sistem kontrol intern yang baik terhadap kas perusahaan, menghendaki pembentukan Dana Kas Kecil perusahaan yang bersangkutan dan pembukaan rekening perusahaan di Bank. Masalah yang berkaitan dengan Dana Kas Kecil dan Rekening perusahaan di Bank akan dibahas lebih lanjut.         

 

C.      Dana Kecil

            Sebagaimana telah disebutkan dimuka, bahwa Dana Kas Kecil merupakan kas diperusahaan yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar dengan cek, misalnya: pengeluaran untuk membeli perangko dan meterai, supplies kantor, untuk membayar biaya listrik, biaya telepon, langganan surat kabar/majalah, biaya angkut penjualan dan sebagainya. Dana Kas Kecil dipercayakan kepada pemegang Dana Kas Kecil (kasir kas kecil) yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Dana Kas Kecil. Pengisian kembali atau penambahan jumlah Dana Kas Kecil dapat dilakukan setiap periode tertentu, misalnya; setiap minggu, setengah bulan sekali atau sebulan sekali, tergantung pada kebutuhan setiap perusahaan.

            Dalam hubungannya dengan Dana Kas Kecil dikenal 2 sistem yaitu:

          Sistem Dana Tetap (Imprest System)

          Sistem Fluktuasi (Fluctuating System)

1.        Sistem Dana Tetap (Imprest System)

          Pada sistem ini rekening Dana Kas Kecil selalu menunjukan jumlah tetap, karena pada saat terjadi pengeluaran yang dibayar dengan Dana Kas Kecil, pengeluaran tersebut tidak dicatat. Pada saat mengeluarkan Dana Kas Kecil untuk membayar biaya-biaya yang diperlulkan, kasir Dana Kas Kecil cukup mengumpuplkan bukti-bukti pengeluarannya. Jika Dana Kas Kecil sudah menipips, maka bukti-bukti pengeluaran tersebut dapat ditukarkan uang untuk mengisi kembali Dana Kas Kecil kepada kasir kas besar. Pengisian kembali Dana Kas Kecil ini dicatat dengan mendebit rekening biaya-biaya dan mengkredit rekening kas sejumlah pengeluaran Dana Kas Kecil yang telah dibayar.

          Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem dana tetap ini, berikut ini diberikan contoh transaksi yang berkaitan dengan Dana Kas Kecil pada suatu perusahaan. (Dalan contoh soal dibawah Dana Kas Kecil dianggap habis setiap 2 minggu).

 

CV DIASWATI pada tanggal 1 Desember  2000 membentuk Dana Kas Kecil sebesar Rp.100.000,00. Dana Kas Kecil tersebut diisi kembali setiap 2 minggu sekali. Pengeluaran Dana Kas Kecil dari tanggal 1 Desember 2000 samapau dengan tanggal 14 Desember 2000 adalah sebagai berikut:

      Biaya Perangko & Materai                                            Rp.10.000,00

      Biaya Listrik                                                                       25.000,00

      Biaya Telepon                                                                     30.000,00

      Biaya Supplies Kantor                                                        20.000,00

      Biaya Rapat dan Lain-lain                                                  12.500,00

Pengeluaran Dana Kas Kecil dari tanggal 15 Desember 2000 sampai dengan tanggal 31 Desember 2000 adalah sebagai berikut:

      Biaya Perangko & Materai                                                   Rp.12.000,00

      Langganan Surat Kabar                                                               6.000,00

      Langganan Majalah                                                                                   12.500,00

      Biaya Supplies Kantor                                                                45.000,00

      Biaya Rapat dan Lain-lain                                                        17.500,00

Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:

1.      Pembentukan Dana Kas Kecil (1 Desember 2000)

          Dana Kas Kecil                                                              Rp.100.000,00                                    

                       K a s                                                                                                                     Rp.100.000,00

2.      Pengeluaran Dana Kas Kecil (1 Desember sampai dengan 14 Desember 2000):

          Tidak dibuat jurnal

3.      Pengeluaran Dana Kas Kecil (1-14 Desember 2000)

Biaya Perangko & Materai                                         Rp.10.000,00                      

Biaya Listrik & Telepon                                                    55.000,00                        

Biaya Supplies Kantor                                                      20.000,00                        

Biaya Rapat dan Lain-lain                                              12.500,00                        

          Kas                                                                                                       Rp.97.500,00

4.      Pembentukan Dana Kas Kecil (15 Desember 2000)

          Dana Kas Kecil                                                              Rp.100.000,00                                    

               K a s                                                                                                                     Rp.100.000,00

5.      Pengeluaran Dana Kas Kecil (15 Desember sampai dengan 31 Desember 2000):

          Tidak dibuat jurnal

6.      Pengeluaran Dana Kas Kecil (15-31 Desember 2000)

Biaya Perangko & Materai                                         Rp.15.000,00                      

Langganan Surat Kabar & Majalah                              18.500,00                        

Biaya Supplies Kantor                                                      45.000,00                        

             Biaya Rapat dan Lain-lain                                              17.500,00                        

                       K a s                                                                                                       Rp.96.000,00

Jika pada tanggal 31 Desember 2000 tidak dilakukan pengisian kembali terhadap Dana Kas Kecil, karena biaya-biaya yang telah dikeluarkan akan dicatat pada saat pengisian kembali, untuk penyusunan Laporan Keuangan tahun 2000 dilakukan penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2000 untuk mencatat biaya-biaya tersebut, yaitu sebagai berikut:

Dana Kas Kecil                                                                          Rp.96.000,00                      

Biaya Perangko & Materai                                                                       Rp.15.000,00                      

Langganan Surat Kabar & Majalah                                                            18.500,00                        

Biaya Supplies Kantor                                                                                    45.000,00                        

             Biaya Rapat dan Lain-lain                                                                            17.500,00

Jika perusahaan bermaksud menambah Dana Kas Kecil dari Rp.100.000,00 menjadi Rp.150.000,00 maka jurnal yang dibuat untuk mencatat penambahan jumlah Dana Kas Kecil adalah sebagai berikut:

             Dana Kas Kecil                                                              Rp.50.000,00                      

                       K a s                                                                                                     Rp.50.000,00

Sebaliknya jika kemudian perusahaan memutuskan untuk mengurangi jumlah Dana Kas Kecil dari Rp.150.000,00 menjadi Rp.125.000,00 maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

             Kas                                                                                   Rp.25.000,00                      

                       Dana Kas Kecil                                                                                  Rp.25.000,00

          Dengan demikian jumlah rekening Dana Kas Kecil akan selalu tetap, kecuali jika perusahaan menghendaki adanya penambahan atau pengurangan Dana Kas Kecil.

 

 

 

2.        Sistem Fluktuasi (Fluctuating System)

          Pada sistem ini rekening Dana Kas Kecil jumlahnya selalu berfluktuasi sesuai dengan jumlah dana yang dikeluarkan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan. Pada saat mengeluarkan Dana Kas Kecil untuk membayar biaya, jurnal yang dibuat adalah dengan mendebit rekening biaya-biaya dan mengkredit rekening Dana Kas Kecil. Pada saat pengisian kembali, jurnal yang dibuat adalah dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil dan mengkredit rekening kas.

          Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem fluktuasi ini, berikut ini jurnal yang berkaitan dengan Dana Kas Kecil dengan menggunakan contoh transaksi terdahulu.

Pembentukan Dana Kas Kecil (1 Desember 2000)

             Dana Kas Kecil                                                              Rp.100.000,00                    

                       K a s                                                                                                     Rp.100.000,00

Pengeluaran Dana Kas Kecil (1 Desember sampai dengan 14 Desember 2000):

Biaya Perangko & Materai                                         Rp.10.000,00                      

Biaya Listrik & Telepon                                                    55.000,00                        

Biaya Supplies Kantor                                                      20.000,00                        

Biaya Rapat dan Lain-lain                                              12.500,00                        

                       Dana Kas Kecil                                                                                  Rp.97.500,00

Pengisian kembali Dana Kas Kecil (15 Desember 2000)

          Dana Kas Kecil                                                              Rp.97.500,00                      

                       K a s                                                                                                     Rp.97.500,00

Pengeluaran Dana Kas Kecil (15 Desember sampai dengan 31 Desember 2000):

Biaya Perangko & Materai                                         Rp.15.000,00                      

Langganan Surat Kabar & Majalah                              18.500,00                        

Biaya Supplies Kantor                                                      45.000,00                        

             Biaya Rapat dan Lain-lain                                              17.500,00                        

                       Dana Kas Kecil                                                                                    Rp.96.000,00

Jika pada tanggal 31 Desember 2000 tidak dilakukan pengisian kembali terhadap Dana Kas Kecil, untuk penyusunan Laporan Keuangan tahun 2000 tidak perlu penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2000 sebagaimana yang dilakukan jika digunakan Sistem Dana Tetap.

          Jika perusahaan bermaksud menambah atau mengurangi jumlah Dana Kas Kecil, jurnal yang dibuat sama dengan jurnal yang dibuat sistem Dana Tetap.

 

D.      Rekening Perusahaan di Bank

            Sebagaiman telah disebutkan dimuka bahwa, sistem kontrol intern yang baik terhadap kas perusahaan menghendaki pembukaan rekening perusahaan di Bank, disamping pembuntukan Dana Kas Kecil. Perusahaan dapat menggunkan jasa suatu Bank untuk menyimpan uangnya dalam bentuk simpanan giro (rekening giro). Setelah terdaftar menjadi pemegang giro dari suatu Bank, perusahaan dapat menyetor uangnya setiap saat untuk disimpan di Bank, dan dapat setiap saat mengambilnya dengan jalan menulis cek (menarik cek) kepada Bank yang bersangkutan.

            Baik pihak perusahaan maupun pihak Bank akan mencatat setiap penyetoran dan pengambilan yang dilakukan oleh perusahaan. Pada akhir periode Bank mengirimkan laporannya (Bank Statement) kepada perusahaan, yang berisi mengenai saldo rekening perusahaan pada awal periode, penyetoran-penyetoran dan pengambilan-pengambilan selama satu periode, beban biaya Bank yang harus ditanggung oleh perusahaan, jasa giro yang diberikan Bank kepada perusahaan dan saldo rekening perusahaan pada akhir periode. Laporan Bank tersebut oleh perusahaan akan dicocokan dengan catatan yang dilakukan perusahaan mengenai saldo kas di Bank.

            Saldo kas perusahaan menurut Laporan Bank kadang-kadang tidak sama besarnya dengan saldo kas perusahaan menurut catatan perusahaan. Perbedaan tersebut: a. antara lain dapat disebabkan oleh adanya kesalahan pencatatan, b. Dan perbedaan waktu pencatatan baik yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun oleh pihak Bank. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat rekonsiliasi Bank untuk menentukan saldo kas perusahaan yang benar.

 

E.       Rekonsiliasi Bank

            Rekonsiliasi Bank dibuat perusahaan dengan tujuan untuk menentukan saldo kas di Bank yang benar, dengan cara membandingkan Laporan Bank dengan catatan yang dibuat perusahaan. Saldo kas perusahaan menurut Laporan Bank seharusnya jumlahnya sama besar dengan saldo kas di Bank menurut catatan Perusahaan. Perbedaan saldo kas menurut catatan Bank dengan menurut catatan perusahaan, pada umumnya disebabkan oleh adanya faktor-faktor sebagai berikut:

            Pihak perusahaan belum mencatat atau melakukan kesalahan pencatatan

1.        Bank membebani rekening perusahaan dengan biaya-biaya Bank, tetapi perusahaan belum mencatat pembebanan biaya tersebut karena perusahaan belum menerima pemberitahuan dari Bank (Debit Memo).

2.        Bank memberikan jasa giro kepada perusahaan, tetapip perusahaan belum mencatatnya karena belum menerima pemberitahuan dari Bank (Kredit Memo).

3.        Bank telah menagih piutang perusahaan kepada pihak lain dan mengkredit rekening perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat hasil tagihan piutang tersebut karena belum menerima pemberitahuan dari Bank (Kredit Memo).

4.        Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan.

5.        Bank mengambil cek yang diuangkan perusahaan, karena cek tersebut tidak cukup dananya (Cek Kosong), sementara itu perusahaan belum menerima pemberitahuan dari Bank.

 

            Dalam hal – hal tersebut diatas kemungkinan terjadi karena kadang-kadang Memo Bank dikirim ke perusahaan bersamaan dengan pengiriman Laporan Bank, sehingga perusahaan baru mengetahui perbedaan pencatatan setelah Laporan Bank diterima.

      Pihak Bank belum mencatat atau melakukan kesalahan pencatatan

1.        Sejumlah setoran tertentu belum nampak pada Laporan Bank (setoran dalam perjalanan). Dalam hal ini mungkin saja terjadi, perusahaan telah menyetorkan uang pada akhir bulan, tetapi oleh Bank baru akan dicatat pada rekening perusahaan bulan berikutnya/keesokan harinya.

2.        Sejumlah cek tertentu tampak pada Laporan Bank (cek-cek yang masih beredar). Dalam hal ini mungkin saja terjadi, bahwa cek yang diberikan perusahaan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran dan telah dicatat perusahaan mengurangi saldo kasnya di Bank, akan tetapi belum tampak dalam Laporan Bank karena cek tersebut oleh penerimanya belum diuangkan ke Bank.

3.        Bank telah melakukan kesalahan pencatatan.

            Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pembuatan rekonsiliasi Bank, berikut ini adalah contoh pembuatan rekonsiliasi Bank dari suatu perusahaan.

            Misalnya saldo kas PT DIASWATI di Bank TAMARA pada tanggal 31 Desember 2000 menurut catatan perusahaan adalah Rp.720.000,00. Sedangkan menurut Laporan Bank adalah sebesar Rp.755.000,00. Setelah diperiksa, perbedaan tersebut disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1.        Bank telah berhasil menagih Piutang Wesel perusahaan sebesar Rp.100.000,00 berikut bunga wesel tersebut sebesar Rp.4.500,00. Perusahaan baru mengetahui hal tersebut setelah menerima Laporan Bank.

2.        Berdasarkan Laporan Bank tersebut, Bank membebani perusahaan sebesar Rp.5.000,00 untuk biaya administrasi Bank.

3.        Berdasarkan Kredit Memo yang dikirim bersamaan dengan Laporan Bank, perusahaan memperoleh jasa giro Bank untuk bulan Desember 2000 sebesar Rp.2.500,00.

4.        Perusahaan keliru membukukan setoran dari penjualan barang dagangan sebesar Rp.152.000,00 yang seharusnya adalah sebesar Rp.125.000,00.

5.        Dalam Laporan Bank tersebut belum nampak, setoran perusahaan dalam bulan Desember 2000 sebesar Rp.150.000,00 dan cek yang dikeluarkan oleh perusahaan Nomor XII-15 sebesar Rp.170.000,00.

6.        Cek dari PT DIPA sebesar Rp.50.000,00 yang diterima perusahaan dan diuangkan ke Bank beberapa waktu yang lalu. Oleh Bank dikembalikan keperusahaan dan ditolak pencairannya, karena cek tersebut tidak cukup dananya.

7.        Bank telah keliru mendebit rekening PT DIMAS sebesar Rp.10.000,00 kerekening perusahaan.

            Berdasarkan data diatas, maka Rekonsiliasi Bank yang dibuat oleh PT DIASWATI pada tanggal 31 Desember 2000 adalah sebagai berikut:


Saldo menurut catatan perusahaan           Rp.720.000,00        Saldo menurut laporan Bank                   Rp.755.000,00

Ditambah:                                                                               Ditambah:

Penagihan Piutang Wesel        Rp.100.000,00                        Setoran Dalam Perjalanan                       Rp.150.000,00

Pendapatan Bunga Wesel                   4.500,00                       Kesalahan Pencatatan 3                                   10.000,00

Jasa Giro Bank                                   2.500,00

                                                 Rp.107.000,00                                                                                       Rp.160.000,00

                                                                Rp.827.000,00                                                                        Rp.915.000,00

 

Dikurangi:                                                                              Dikurangi:

Biaya administrasi Bank          Rp.5.000,00                            Cek Masih Beredar                                 Rp.170.000,00

Kesalahan Pencatatan 2               27.000,00           

Cek Kosong                                50.000,00

                                                                        82.000,00

Saldo Kas yang benar                              Rp.745.000,00        Saldo Kas yang benar                              Rp.745.000,00

  

Setelah dibuat Rekonsiliasi Bank maka saldo kas yang benar dapat diketahui yaitu sebesar Rp.745.000,00.

            Mengenai hal-hal yang menyebabkan perbedaan saldo kas menurut catatan perusahaan dengan Laporan Bank, dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:

1.        Penagihan Piutang Wesel dan bunganya oleh Bank yang belum dicatat oleh perusahaan:

          Dalam hal ini saldo kas menurut catatan perusahaan belum ditambah dengan hasil penagihan Piutang Wesel dan bunganya. Oleh karena itu saldo kas menurut catatan perusahaan harus ditambah dengan jumlah Piutang Wesel yang telah ditagihkan Bank dan bunganya yaitu masing-masing sebesar Rp.100.000,00 dan Rp.4.500,00 untuk mendapatkan saldo kas yang benar.    (25.000-250.000) = 225.000

2.        Pembebanan Biaya Administrasi Bank

          Bank telah mengurangi saldo kas perusahaan sebesar Rp.5.000,00 atas beban biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Tetapi perusahaan belum mencatat pembebanan biaya tersebut. Oleh karena itu untuk mendapatkan saldo kas yang benar, saldo kas menurut catatan perusahaan harus dikurangi dengan Rp.5.000,00

3.        Jasa giro yang diberikan Bank untuk perusahaan:

          Bank telah menambah saldo kas perusahaan sebesar Rp.2.500,00 atas pendapatan jasa giro yang diberikan kepada perusahaan. Tetapi perusahaan balum mencatat jasa giro tersebut dalam pembukuannya.

Oleh karena itu untuk mendapatkan saldo kas yang benar, perusahaan harus menambah saldo kas catatannya dengan Rp.2.500,00

4.        Kesalahan pembukuan yang dilakukan oleh perusahaan

          Saldo kas menurut catatan perusahaan dibukukan terlalu besar. Hal tersebut disebabkan karena perusahaan keliru mencatat setoran yang seharusnya Rp.125.000,00 dicatat sebesar Rp.152.000,00. Sehingga saldo kas menurut catatan perusahaan dibukukan lebih besar Rp.27.000,00 dari seharusnya (Rp.152.000,00 – Rp.125.000,00). Oleh karena itu, untuk mendapatkan saldo kas yang benar, saldo kas menurut catatan perusahaan harus dikurangi dengan Rp.27.000,00.

5.        Setoraan dalam perjalanan dan cek yang masih beredar:

          Bank belum membukukan ke rekening perusahaan mengenai setoran yang telah dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu saldo setoran yang telah dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu saldo kas menurut Laporan Bank harus ditambah dengan jumlah setoran yang belum dibukukan oleh Bank.

6.        Kesalahan pembukuan yang dilakukan oleh Bank:

          Bank telah keliru mendebit rekening perusahaan sebesar Rp.10.000,00 yang seharusnya jumlah tersebut didebit pada rekening PT DIMAS. Oleh karena itu saldo kas menurut Laporan Bank harus ditambah dengan Rp.10.000,00 untuk mendapatkan saldo kas yang benar.

          Perlu kiranya diketahui bahwa, Bank mencatat rekening giro perusahaan sebagai utang Bank tersebut kepada perusahaan. Dengan demikian, bank akan mendebit rekening perusahaan, jika terdapat transaksi yang menyebabkan berkurangnya saldo kas perusahaan di bank, misalnya: pengambilan dengan cek, pembebanan biaya dan sebagainya. Sedangkan untuk transaksi yang menyebabkan bertambahnya saldo kas perusahaan yang berada di bank, misalnya: adanya penyetoran, pencairan cek dari perusahaan lain, penerimaan jasa giro dan sebagainya, bank akan mengkredit rekening perusahaan.

          Sebaliknya dengan pencatatan yang dilakukan oleh perusahaan. Jika saldo kas perusahaan di bank bertambah, maka perusahan akan mendebit rekening Kas didalam pembukuan perusahaan. Dan mengkredit rekening Kas, jika terjadi transaksi yang mengakibatkan berkurangnya kas perusahaan di bank.

 

7.        Cek Kosong:

          Pada saat menerima cek dari pihaklain, biasanya perusahaan membukukan dalam menerima kas. Akan tetapi jika kemudian diketahui bahwa cek tersebut tidak cukup dananya (cek kosong), maka perusahaan harus mengurangi saldo kas menurut catatannya.

          Disamping masalah cek kosong, perlu juga kirannya dibahas disini mengenai istilah-istilah yang berkaitan dengan cek:

a.         Certified Check adalah cek yang dibuat oleh pemilik rekening di Bank dan cek tersebut sudah disyahkan (certified) oleh bank karena didukung oleh dana. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa certified check merupakan cek yang telah disyahkan oleh Bank bahwa cek teersebut cukup dananya.

b.        Voidet Check adalah cek yang dibuat oleh pemilik rekening di Bank, akan tetapi cek tersebut kemudian dinyatakan batal karena alasan tertentu, misalnya: salah tulis. Voidet Check  tidak berlaku bagi sebagia alat pembayaran.

 

F.       Jurnal Penyesuaian

            Sehubungan dengan pembuatan rekonsiliasi bank oleh perusahaan, maka catatan perusahaan terutama mengenai saldo kas (rekening kas di bank) harus disesuaikan untuk mendapatkan saldo kas yang benar. Dalam contoh rekonsiliasi bank tersebut, maka jurnal penyesuaian yang dibuat oleh perusahaan pada saat pembuatan rekonsiliasi bank (dalam hal ini tanggal 31 Desember 2000) adalah sebagai berikut:

                Kas                                                                                         Rp.104.500,00

                                Piutang Wesel                                                                                     Rp.100.000,00

                                Pendapatan Bunga                                                                                     4.500,00     

(jurnal penyesuaian untuk mencatat penagihan piutang wesel dan bunganya yang dilakukan oleh Bank).

                Biaya Administrasi Bank                                                  Rp.     5.000,00                    

                                Kas                                                                                                       Rp.    5.000,00     (jurnal penyesuaian untuk mencatat pembebanan biaya adminstrasi bank)

Kas                                                                                         Rp.     2.000,00                  

   Pendapatan Bunga                                                                                              Rp.2.500,00

(jurnal penyesuaian untuk mencatat jasa giro bank bulan Desember 2000)

                Penjualan                                                                              Rp.   27.000,00                   

                                Kas                                                                                                       Rp.   27.000,00   

(jurnal penyesuaian untuk mengkoreksi kesalahan pencatatan setoran dari penjualan barang dagangan)

                Piutang Dagang                                                                   Rp.   50.000,00                   

                                Kas                                                                                                       Rp.   50.000,00

(jurnal penyesuaian untuk cek kosong dari PT DIPA)

 

 

G.      Penyajian Kas dalam Neraca

            Sebagaimana diketahui KAS disajikan dalam neraca pada kelompok Aktiva Lancar. Dalam hubungannya dengan rekening perusahaan di Bank (dalam bentuk rekening giro), penyajian KAS dineraca dapat menggunakan:

1.        Satu rekening KAS yang menunjukan saldo kas yang dimilki perusahaan, baik kas yang disimpan diperusahaan maupun kas yang disimpan di bank.

2.        Dua rekening, yaitu:

a.         Rekening KAS, untuk kas yang disimpan diperusahaan.

b.        Rekening Bank, untuk kas yang disimpan di bank dalam bentuk simpanan giro.


Open Comments
Advertisement